Senin, 19 April 2010
HIDUP YANG BERMAKNA
Hatinya tidak mampu mengisi segala masalah yang menghimpit jiwanya. Lalu, selepas lelah dan puas berfikir, suatu hari dia melangkah lunglai menuju ke ujung kampung. Niat hatinya, ingin menemui seorang lelaki tua. Saban hari, wajah lelaki tua itu sentiasa basah dan sejuk. Damai senantiasa bertamu diwajahnya. Dia ingin sekali meminta rahasia, ” bagaimanakah boleh ku nikmati hidup begitu juga? ” . Lalu, dia terus menuju kepada lelaki tua tersebut.
Masalah keluh kesah dan kerisauannya didengari lelaki tua itu sambil tersenyum. Lalu mengajak lelaki itu ke suatu tempat yaitu ke tepi sebuah kolam yang besar sambil membawa sebuah cawan dan dua bungkus garam. Lelaki itu mengikut, walaupun hatinya sedikit heran.
” Anak muda… ” lelaki tua itu bersuara .
” Ambillah cawan ini, isikanlah air dan masukkanlah sebungkus garam. ” ujarnya lagi. Lelaki itu yang dalam kebingungan hanya menurut. Cawan diambil…air diisi…dan garam dimasukkan. Kemudian lelaki tua itu berkata lagi.
” Sekarang kamu minumlah air tersebut “. Dalam bingung yang masih bersisa, lelaki itu mengikut kata lelaki tua itu.
” Apa rasanya? “, tanya lelaki tua itu apabila melihat kerutan di dahi lelaki tersebut.
” Asin! ” lelaki tua itu tersenyum lagi.
” Sekarang, kamu masukkan pula sebungkus garam ini ke dalam kolam itu, dan kamu hiruplah airnya. ”
Lelaki tua itu menunjukkan arah ke kolam. Sekali lagi lelaki itu hanya mengikut tanpa menyoal. Air di ambil dengan kedua belah tapak tangan dan dihirup.
” Apa rasanya, anakku? ” soal lelaki tua itu.
” Tawar, tidak asin seperti tadi “, lelaki muda itu menjawab sambil mengelap mulut.
” Anakku, adakah kamu memahami kenapa aku meminta kemu berbuat begitu tadi? ” tanya lelaki tua itu, sambil memandang tepat ke arah lelaki tersebut. Lelaki itu hanya menggeleng. Lelaki tua itu menepuk-nepuk bahu lelaki tersebut.
” Anakku, beginilah perumpamaan kita dan masalah. Garam itu umpama masalah. Cawan dan kolam umpama hati kita. Setiap orang mempunyai masalah, ditimpa masalah, dan diuji dengan masalah. Tetapi, kalau hati kita sebesar cawan, maka kita akan merasai pahitnya masalah itu, pedihnya hati kita dan keluh kesahnya kita.Tetapi kalau hati kita sebesar kolam, masalah tidak akan mengganggu kita. Kita masih boleh tersenyum, sebab kita akan mengerti masalah bukan hadir untuk menyusahkan kita. Masalah dianugerahkan untuk kita berfikir, untuk kita muhasabah diri. Masalah dan ujian akan memberi hikmah kepada kita.Anakku, itulah rahasiaku. Aku sentiasa berlapang dada, aku sentiasa membesarkan jiwaku, supaya aku boleh berfikir tentang perkara-perkara lain dan masih boleh memberi kebahagiaan padaku. Aku tidak akan sesekali membiarkan hatiku kecil seperti cawan, sehingga aku tidak mampu menanggung diriku sendiri ” .
jangan takut hadapi masalah, orang besar akan hadapi masalah besar. Semakin besar suatu masalah maka semakin besar pijakan kita dalam mengarungi bahtera kehidupan untuk menggapai impian.
Salam Hebat sahabat Hebat...!!!
Rabu, 24 Maret 2010
KEKUATAN GENGGAMAN TANGAN
Ayah Elina sedikit khawatir. Ia berkata pada Elina, “Elina, ayo genggam tangan Papa. Biar kamu tidak jatuh ke sungai.”
“Tidak,” tolak Elina. “Seharusnya, Papa yang menggenggam tanganku”.
“Lho, memang apa bedanya?” tanya ayahnya bingung.
“Berbeda sekali, Papa. Jika aku yang menggenggam tangan Papa dan terjadi sesuatu pada diriku, bisa saja genggamanku terlepas. Tapi, jika Papa yang menggenggam tanganku, apapun yang terjadi, aku yakin Papa tidak akan melepaskan genggaman Papa padaku,” jawab Elina.
Ayah Elina sangat terkejut mendengar jawaban dari anaknya. Setelah dipikirkan kembali, ia merasa apa yang dikatakan oleh anaknya sangat benar. Jadi, ia menggenggam tangan anaknya dengan penuh kasih untuk menyeberangi jembatan itu.
Apa arti cerita ini?
Kepercayaan tidak sekedar mengikatkan diri satu sama lain. Namun, kepercayaan harus bisa saling mempersatukan. Jadi, genggamlah tangan orang yang kita sayangi, daripada mengharapkan orang itu menggenggam tangan kita.
MENUNGGU
Di suatu tempat di tepian sungai, seorang pemuda memandangi seorang pemancing tua. Sambil duduk beralas daun pisang, Pak Tua begitu menikmati kegiatan memancing. Ia pegang gagang pancingan dengan begitu mantap. Sesekali, tangannya membenahi posisi topi agar wajahnya tak tersorot terik sinar matahari. Sambil bersiul, ia sapu hijaunya pemandangan sekitar sungai.
Sang pemuda terus memandangi si pemancing tua. "Aneh?" ucapnya membatin. Tanpa sadar, satu jam sudah perhatiannya tersita buat Pak Tua. Tujuannya ke pasar nyaris terlupakan. "Bagaimana mungkin orang setua dia bisa tahan berjam-jam hanya karena satu dua ikan?" gumamnya kemudian.
"Belum dapat, Pak?" ucap si pemuda sambil melangkah menghampiri Pak Tua. Yang disapa menoleh, dan langsung senyum. "Belum," jawabnya pendek. Pandangannya beralih ke si pemuda sesaat, kemudian kembali lagi ke arah genangan sungai. Air berwarna kecoklatan itu seperti kumpulan bunga-bunga yang begitu indah di mata Pak Tua. Ia tetap tak beranjak.
"Sudah berapa lama Bapak menunggu?" tanya si pemuda sambil ikut memandang ke aliran sungai. Pelampung yang menjadi tanda Pak Tua terlihat tak memberikan tanda-tanda apa pun. Tetap tenang.
"Baru tiga jam," jawab Pak Tua ringan. Sesekali, siulannya menendangkan nada-nada tertentu. "
"Anak Muda," suara Pak Tua agak parau. "Dalam memancing, jangan melulu menatap pelampung. Karena kau akan cepat jenuh. Pandangi alam sekitar sini. Dengarkan dendang burung yang membentuk irama begitu merdu. Rasakan belaian angin sepoi-sepoi yang bertiup dari sela-sela pepohonan. Nikmatilah, kau akan nyaman menunggu!" ucap Pak Tua tenang. Dan ia pun kembali bersiul.
**
Tak ada kegiatan yang paling membosankan selain menunggu. Padahal, hidup adalah kegiatan menunggu. Orang tua menunggu tumbuh kembang anak-anaknya. Rakyat menunggu kebijakan pemerintahnya.
Namun, jangan terlalu serius menatap 'pelampung' yang ditunggu. Karena energi kesabaran akan cepat terkuras habis. Kenapa tidak mencoba untuk menikmati suara merdu pergantian detak jarum penantian, angin sepoi-sepoi pergantian siang dan malam, dan permainan seribu satu pengharapan.
JENDELA RUMAH SAKIT
Dua orang pria yang sedang menderita sakit keras sedang dirawat di sebuah rumah sakit. Seorang di antaranya menderita suatu penyakit yang mengharuskannya duduk di tempat tidur selama satu jam di setiap sore untuk mengosongkan cairan dari paru-parunya. Kebetulan, tempat tidurnya berada tepat di sisi jendela satu-satunya yang ada di kamar itu.
Sedangkan seorang yang satunya lagi harus berbaring lurus di atas punggungnya.
Setiap hari mereka bercakap-cakap selama berjam-jam. Mereka membicarakan keluarganya, rumah, pekerjaan, dan hal-hal lain yang menyenangkan.
Setiap sore, ketika pria yang tempat tidurnya berada dekat jendela diperbolehkan untuk duduk, ia menceritakan tentang apa yang terlihat di luar jendela kepada rekan sekamarnya. Selama 1 jam itulah, pria kedua merasa begitu senang dan bergairah membayangkan betapa luas dan indahnya semua kegiatan dan warna-warna Indah yang ada di luar
“Di luar jendela, tampak sebuah taman dengan kolam yang Indah. Angsa dan itik berenang-renang cantik, sedangkan anak-anak bermain dengan perahu-perahu mainan. Beberapa pasangan berjalan bergandengan di tengah taman yang dipenuhi dengan berbagai macam bunga yang Indah. Sebuah pohon tua yang besar menghiasi taman itu, dan jauh di atas
Pria pertama tersebut menceritakan keadaan di luar jendela dengan detail, sedangkan pria yang satunya berbaring memejamkan mata membayangkan semua keindahan pemandangan itu. Perasaannya menjadi tenang dalam menjalani kesehariannya di rumah sakit itu. Semangat hidupnya menjadi makin kuat, percaya dirinyapun bertambah.
Pada suatu sore yang lain, pria yang duduk di dekat jendela menceritakan tentang parade karnaval yang sedang melintas. Meski pria yang kedua tidak dapat mendengar suara parade itu, namun ia dapat melihatnya melalui pandangan mata pria yang pertama yang menggambarkan semua itu dengan kata-kata yang Indah.
Begitulah seterusnya, dari hari ke hari. Dan satu minggupun berlalu…
Suatu pagi, perawat dating membawa sebaskom air hangat untuk mandi. Ia mendapati ternyata pria yang berbaring di dekat jendela itu telah meninggal dunia dengan tenang dalam tidurnya. Perawat itu menjadi sedih lalu memanggil perawat lain untuk memindahkannya ke ruang jenazah. Kemudian pria yang kedua meminta kepada perawat agar ia bisa dipindahkan ke tempat tidur di dekat jendela itu. Perawat itu menuruti kemauannya dengan senang hati dan mempersiapkan segala sesuatunya. Ketika semua selesai, ia meninggalkan pria tadi seorang diri dalam kamar.
Dengan perlahan dan kesakitan, pria ini memaksakan dirinya untuk bangun. Ia ingin sekali melihat keindahan dunia luar melalui jendela itu. Betapa senangnya, akhirnya ia bisa melihat sendiri dan menikmati semua keindahan itu. Hatinya tegang, perlahan ia melongokkan kepalanya ke jendela di sampan tempat tidurnya. Apa yang dilihatnya? Ternyata, jendela itu menghadap ke sebuah TEMBOK KOSONG!!!
Ia berseru memanggil perawat dan menanyakan apa yang membuat teman pria yang sudah meninggal dunia tadi bercerita seolah-olah melihat semua pemandangan yang luar biasa Indah di balik jendela itu. Perawat itu menjawab bahwa sesungguhnya pria tadi adalah seorang yang buta bahkan tidak bisa melihat tembok sekalipun…
“Barangkali, ia ingin memberimu semangat hidup..” kata perawat itu.
—ooOoo—
Renungan:
Kita percaya bahwa setiap kata selalu bermakna bagi setiap orang yang mendengarnya. Setiap kata, adalah layaknya pemicu yang mampu memelisik sisi terdalam hati manusia, dan akan membuat kita melakukan sesuatu. Kata-katam akan selalu memacu dan memicu kita untuk menggerakkan setiap anggota tubuh kita, dalam berfikir dan bertindak.
Kita percaya, dalam kata-kata tersimpan kekuatan yang sangat kuat. Dan kita telah sama-sama melihatnya dalam cerita di atas. Kekuatan kata-kata, akan selalu hadir pada kita yang percaya.
Kita percaya, bahwa kata-kata yang santun, sopan, penuh dengan motivasi, bernilai dukungan, akan memberikan kontribusi positif dalam setiap langkan manusia. Kalimat-kaliman yang bersemangat, tutur kata yang membangun, selalu menghadirkan sisi terbaik dalam hidup kita.
“Jika Anda membuat seseorang bahagia hari ini, Anda juga membuat dia berbahagia 20 tahun lagi, saat ia mengenang peristiwa itu”
AGAR GIGI MENJADI SEHAT
Untuk menunjang kegiatan ini, tentu tak dapat dielak jika kondisi gigi yang sehat dan bersih menjadi salah satu faktor yang patut diperhatikan saat bertatap muka dengan orang lain.
Apabila gigi terserang sakit, tentu kita pun malas untuk berbicara dengan orang lain. Hal ini terjadi karena sering kali, kita kurang memperhatikan kesehatan gigi itu sendiri.
Jamak terjadi, orang baru akan mulai merawat gigi atau beranjak ke dokter gigi jika giginya mulai bermasalah, kurang adanya tindakan preventif sebelumnya.
Kalau sudah mengalami gangguan pada gigi seperti gigi berlubang, barulah muncul rasa penyesalan karena kurang memerhatikan gigi.
KEBIASAAN RUTIN
"Mouthwash" atau obat kumur diharapkan dapat menjadi kebiasaan sehari-hari karena fungsinya melengkapi proses setelah menyikat gigi. Idealnya jika dilakukan seiring dengan jadwal menyikat gigi, dua kali sehari, pagi sesudah bangun tidur dan malam sebelum tidur.
Sekali memakai mouthwash, daya tahannya bisa mencapai 12 jam itulah anjuran para dokter gigi untuk menggunakan obat kumur setelah menyikat gigi dua kali sehari. Obat kumur dapat menjadi solusi praktis untuk menjaga kebersihan rongga mulut.
Obat kumur diperlukan untuk membersihkan sisa-sisa kotoran di sela gigi sehabis makan yang tidak terjangkau oleh sikat gigi. Memang awalnya sepertinya rumit, tetapi karena memakai kawat gigi dengan mengunakan obat kumur jadi lebih praktis dan membantu kebiasaan bersikat gigi. Apalagi obat kumur baunya wangi membuat kita jadi percaya diri.
Maka mulailah jadikan kebiasaan berkumur setelahmenggosok gigi sejak sekarang. Sebagai tindakan optimal menjaga kesehatan gigi dan rongga mulut.
MANFAAT MUSIK PADA KITA
Kebiasaan berlatih musik akan menyeimbangkan kemampuan otak kiri dan otak kanan. Selain itu, musik dapat meningkatkan daya ingat anak untuk proses belajar dan penyimpanan informasi. Singkat kata, musik dapat berguna untuk meningkatkan kecerdasan.
Bermain musik dapat membantu koordinasi antara indera dan kemampuan motorik anak yang sering mendengarkan musik, kepekaan pendengarannya akan terlatih untuk menangkap bunyi. Hal ini dapat mengembangkan kemampuan sinkronisasi ritme dan urutan-urutan gerakan.
Selain memberi kesenangan, bermain musik juga dapat meningkatkan ketrampilan dan kreativitas. Musik dapat menjadi salah satu fasilitas untuk menyalurkan daya imajinasi dan emosi. Sehingga emosi dan kepribadian anak itu dapat berkembang ke arah yang positif.
Musik dapat juga memberi pengetahuan lebih kepada anak sekaligus melancarkan ilmu matematika. Pasalnya, dalam bermusik, anak harus memahami tempo dan ketukan-ketukan setiap nada. lamanya suatu nada dibunyikan harus dihitung secara teliti.
Buka hanya bermain musik saja yang bermanfaat untuk perkembangan anak, aktivitas-aktivitas musik pun dpat menyumbangkan hal yang berguna bagi perkembangan mereka. Aktivitas musik dengan sendirinya dapat membantu untuk menciptakan kerjasama. Memberikan pemahaman tentang bagaimana musik itu dapat terdengar indah jika saling melengkapi.
Musik dapat mendorong seorang anak untuk memiliki kemauan untuk berkelompok, mendorong terbentuknya jiwa kepemimpinan dan komunikasi yang baik. Pada akhirnya musik dapat mengembangkan kemampuan sosial anak.
Alunan musik klasik adalah jenis musik yang biasa dipercaya dapat mengembangkan otak, jiwa, serta karakter anak. Namun, bagi Anda yang tidak menyukai musik klasik, jenis musik jazz atau pop yang memiliki irama yang tenang dapat menjadi pilihan.
Kamis, 28 Januari 2010
Hening yang bermanfaat
Arloji itu adalah sebuah hadiah dan telah dipakainya cukup lama. Ia amat mencintai arloji tersebut. Karenanya ia berusaha sedapat mungkin untuk menemukan kembali arlojinya. Sambil mengeluh mempersalahkan keteledoran diri sendiri si tukang kayu itu membongkar tumpukan serbuk yang tinggi itu.
Teman-teman pekerja yang lain juga turut membantu mencarinya. Namun sia-sia saja. Arloji kesayangan itu tetap tak ditemukan. Tibalah saat makan siang. Para pekerja serta pemilik arloji tersebut dengan semangat yang lesu meninggalkan bengkel kayu tersebut.
Saat itu seorang anak yang sejak tadi memperhatikan mereka mencari arloji itu, datang mendekati tumpukan serbuk kayu tersebut. Ia menjongkok dan mencari. Tak berapa lama berselang ia telah menemukan kembali arloji kesayangan si tukang kayu tersebut. Tentu si tukang kayu itu amat gembira. Namun ia juga heran, karena sebelumnya banyak orang telah membongkar tumpukan serbuk namun sia-sia. Tapi anak ini cuma seorang diri saja, dan berhasil menemukan arloji itu.
"Bagaimana caranya engkau mencari arloji ini?", tanya si tukang kayu.
"Saya hanya duduk secara tenang di lantai. Dalam keheningan itu saya bisa mendengar bunyi 'tik-tak, tik-tak'". Dengan itu saya tahu di mana arloji itu berada", jawab anak itu.
****
Keheningan adalah pekerjaan rumah yang paling sulit diselesaikan selama hidup. Sering secara tidak sadar kita terjerumus dalam seribu satu macam 'kegaduhan'

